Pasuruhan Lor, Jati, Kudus - Seiring dengan dilaksanakannya KKN-IK IAIN KUDUS, beberapa Mahasiswa di tempatkan di desa sendiri untuk melaksanakan tugas KKN. Satu kelompok terdiri dari 11 Mahasiswa. 8 wanita dan 3 pria. Mereka adalah : Ma’ruf Puka Wicaksana, M. Sahudi, M. Busrol Karim, Nurul Khotimah, Kamelia, Mega Yuni, Iva Badiatuz, Laily Maghfiroh, Sulis Fitria, Farizka Puspa Reva, Agita Dwi Febriani. Beberapa diantara mereka berdomisili di Pasuruhan Lor dan sisanya dari Karanganyar Demak.
Salah satu dari tugas KKN adalah tentang Observasi UMKM di desa Pasuruhan Lor. Di desa ini identik dengan beberapa UMKM yakni: Pabrik Krupuk, Home made Apem, Home made Keripik Tempe, Melon, Kerupuk Kuli, Entok Goreng dll. Salah satu yang kemarin kami Observasi adalah Tempe dan Keripik Tempe. Keripik tempe adalah makanan yang terbuat dari Tempe yang diiris iris kemudian di goreng dengan menggunakan tepung yang telah di bumbui. Biasanya rasanya adalah asin dengan aroma bawang yang gurih. Makanan ini tersebar di seluruh Pulau Jawa.
Di Pasuruhan Lor tepatnya Rt. 02 Rw. 03 ada Home Made pembuatan Tempe dan Keripik Tempe. Kami mewawancarai beliau yaitu Ibu Sulaimah. Beliau asli dari Pekalongan. Beserta suami pindah ke Kudus pada tahun 1997 dan memproduksi Tempe saja pada awalnya. Lalu seiring berjalannya waktu beliau pada tahun 2018 mulai merambah ke Keripik Tempe. Berawal dari menerima pesanan kecil-kecilan sampai mempunyai bakul lumayan banyak, Motivasi beliau adalah ingin menjadi pengusaha yang sukses karena sebelumnya hanya menjadi buruh di pabrik.
Cara pembuatan lumayan mudah dan simple. Pertama : Kedelai di rebus sampai masak, kemudian airnya di buang dan diganti dengan air yang baru, lalu didiamkan selama 1 malam. Setelah 1 malam lalu di giling , dicuci sampai bersih, lalu diberi ragi. Setelah itu didiamkan kurang lebih 2 jam, lalu dicetak. Baru jadi tempe setelah 3 hari. Untuk takaran Ragi yaitu 1 kg per 10 sendok makan keripik tempe. Jangan lupa diberi Tepung Tapioka dengan perbandingan 1 kg Kedelai untuk 1,5 Tepung Tapioka. Untuk bumbu memakai Bawang Putih, Ketumbar dan Royco.
Cara pemasaran beliau yaitu dengan cara langsung terjun ke lapangan atau pasar langsung. Hanya melayani pemesanan saja dan dari mulut ke mulut. Jadi tidak banyak menyetok di rumah, hanya pesanan saja. Nama Brand adalah “Keripik Tempe Bu Ima”. Untuk harga 1 kotak yaitui Rp 20.000. Biasanya Ibu Ima dan suami lebih sering memasarkan ke area Pasar Gajah Demak. Di sana sudah banyak yang menjadi Bakul setia dan sering order ke beliau, kata pelanggan yang sudah order rasanya gurih dan renyah, serta beda dari yang lain. Selama Pandemi ini, sedikit mengalami penurunan permintaan dikarenakan efek pandemic yang begitu besar di Nusantara ini. Meskipun begitu beliau dan suami tetap semangat dan selalu bersyukur atas rezeki yang ada.

Penulis : Ma'ruf Puka Wicaksana