Pasuruhan Lor, Jati, Kudus - Dalam memenuhi misi penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata Terintegrasi Kompetensi (KKN-IK) kami segenap mahasiswa IAIN Kudus yang ditempatkan di Desa Pasuruhan Lor melakukan wawancara sekaligus observasi dengan sasaran para pelaku UMKM (Usaha mikro, kecil, dan menengah) salah satunya usaha Apem Bu Hj. Zumrotun yang berada di Desa Pasuruhan Lor pada Kamis (16/9/2021). Usaha apem rumahan ini termasuk produsen yang setiap hari memproduksi apem sendiri dan motivasi keluarga yang tinggal terus membuat apem. Proses pembuatan apem, saat ada pesanan, jadi tetap hangat dan ternyata cocok dengan buatan apem ini, pada akhirnya dominan pesanan dari tetangga. Kemudian seiring waktu kian berkembang hingga bakul ada yang datang ke tempat.
Singkatnya, Apem Ibu Hj. Zumrotun berdiri pada tahun 2005, disamping itu membuka layanan catering jajan, berawal dari pesanan melalui pembicaraan dari orang ke orang dan mempunyai dua bakul sebagai penyetor bahan baku utama serta mempunyai enam karyawan, dalam membuat apem masih menggunakan peralatan semi modern, adapun ciri khasnya terletak pada cita rasa yang unik dan beragam isian, ada nangka, gula aren, pewarna makanan, warna hijau alami dari pandan. Hal tersebut bergantung pada permintaan konsumen. Melayani pembelian secara ecer untuk berbagai hajatan dan pemasaran sudah menjangkau wilayah Jawa Tengah dengan ketahanan simpan ketika didistribusikan selama 2 hari jikalau dikirim ke luar kota satu kali produksi dapat menghasilkan 50 kilogram sampai 2 kwintal.
Didalam membuat apem seperti pada umumnya menggunakan bahan utama tepung beras dan beberapa bahan pendukung yaitu gula pasir, tape, telur, pengembang makanan/ fermipan, margarine, air kelapa. Semua bahan tersebut didapat langsung dari agent. Pendapatan menurun mencapai 25% karena pandemi covid-19 ini, awal mula modal usaha 300 ribu per 8 kilogram dan untuk harga apem kala itu hanya berkisar 800 rupiah namun dapat meraup budget penghasilan 18.000 per minggu. Sistem pemasaran masih bersifat home made. Memang ironi ditengah pandemi covid-19, tidak dapat dipungkiri bahwa sorotan tertuju pada laju ekonomi, yang mengalami penurunan secara signifikan. Tak ayal, tantangan berasal dari faktor persaingan produk. Solusinya itu harus perlu menerapkan konsistensi terhadap kualitas apem supaya tetap terjaga dan terhindar pengaruh daya beli konsumen yang mudah beralih.

Penulis : Nur Sahudi